satu persatu hidup ku di bangun oleh ilmu-ilmu baru yg ku terima dan ku temukan dari sosok-sosok yg sangat dermawan
aku serasa bayi yg belum bisa berjalan, dituntun dan ditopangi agar aku bisa
saat aku merasa aku telah mampu berdiri, satu dari sosok itu meninggalkan ku, ia memberiku kepercayaan bahwa aku telah mampu tanpa ia
aku sedih
aku mulai berpikir, aku harus bangkit sendiri
tatkala aku sudah mampu berdiri sendiri dan aku mulai bisa berjalan
sosok yg lain pergi
aku bingung apa kesalahan yg ku buat sehingga mereka pergi dari ku
ibu luly, guru bhs.indo. Awalnya aku ga suka sama pelajaran itu, tapi dengan sabar dan gaya mengajar yg selalu menggebu dan aku pun tertarik dengan bhs.indo. Aku mau terus dilatih oleh dia tp dia tidak mengajar lagi setelah kenaikan kelas x
ibu ida, guru biologi. Biologi pelajaran yg paling aku benci, apa aku tak mengerti nilai-nilaiku tak ada yg tuntas. Tapi kehadiran bu ida di kelas xi membuat aku semangat untuk belajar bio. Nilai bio ku menjadi bagus. Ditengah aku sedang suka dengan pelajaran bio dan di bimbing oleh bu ida, beliau pergi dan kini tak mengajarku lagi
ibu mirna, wali kelas ku yg sangat perhatian. Biar cerewet tapi positif. Setiap ada kegiatan pasti dia rajin smsn. Bu mirna ngajar mtk. Metode belajar dengan beliau sangat asik. Aku merasa enjoy dengan dia. Tp sekarang dia tidak bisa menemani ku sampai akhir kelas xi. Dia pergi dan tak mungkin kembali mengajar di sekolah ku lagi
kenapa disaat aku merasakan kenyamanan dari kalian, kalian pergi
akan kah tuhan masih memberikan aku sosok seperti kalian
mengapa di saat pertemuan akan terjadi sebuah perpisahan
oh tuhan terlalu cepat kau pisahkan mereka dariku. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar